skip to main | skip to sidebar

DEEP

mencoba mencari cahaya yang mungkin masih bersembunyi di sudut-sudut diri. ia tampak tak nyata, tapi tetap ada

Rabu, 03 Agustus 2011

ahai..
sejak kapan angin angin ini begitu pintar menggambarkanmu..
membawa sepotong demi sepotong tatapan yang tak terdefinisikan oleh kosakataku..

sungguh...
entah bagaimana mengatakannya..

hanya saja, bersama angin angin ini aku merasa ditemani..

ahai..

(forbitaspecially)
Diposting oleh Ree Risna di 09.37

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • ►  2023 (2)
    • ►  Juli (2)
  • ▼  2011 (19)
    • ▼  Agustus (8)
      • aku tengah menatapi awan yang menggarisi langit.. ...
      • ini Ramadhan pertama kita, sayang.. ketika malam t...
      • ini lah perjalanan kita, sayang.. ketika malam mer...
      • biar aku menjadi sayapmu, sayang.. mengikutimu ter...
      • ahai.. sejak kapan angin angin ini begitu pintar m...
      • aduh.. bagaimana kalau aku rindu? pada matamu yang...
      • selamat siang, cinta,, di sini angin bertiup tanp...
      • mari duduk sini, sayang.. kita dengarkan beberapa ...
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2010 (49)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (7)
    • ►  Maret (11)