skip to main | skip to sidebar

DEEP

mencoba mencari cahaya yang mungkin masih bersembunyi di sudut-sudut diri. ia tampak tak nyata, tapi tetap ada

Senin, 01 Agustus 2011

selamat siang, cinta,,

di sini angin bertiup tanpa suara..
juga tampaknya tak ingin menerbangkan apa apa..

jadi biar kusampaikan sendiri salam ini..
padamu, duhai cinta,,

semoga selalu bahagia..
semoga selalu bahagia..


(salam untuk Bita)
Diposting oleh Ree Risna di 08.58

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • ►  2023 (2)
    • ►  Juli (2)
  • ▼  2011 (19)
    • ▼  Agustus (8)
      • aku tengah menatapi awan yang menggarisi langit.. ...
      • ini Ramadhan pertama kita, sayang.. ketika malam t...
      • ini lah perjalanan kita, sayang.. ketika malam mer...
      • biar aku menjadi sayapmu, sayang.. mengikutimu ter...
      • ahai.. sejak kapan angin angin ini begitu pintar m...
      • aduh.. bagaimana kalau aku rindu? pada matamu yang...
      • selamat siang, cinta,, di sini angin bertiup tanp...
      • mari duduk sini, sayang.. kita dengarkan beberapa ...
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2010 (49)
    • ►  November (5)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (7)
    • ►  April (7)
    • ►  Maret (11)